Sabtu, 05 November 2011

Lisan Ragam Pidato


A.      PendahuluanPeranan pidato           

 Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi, dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato adalah salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.Peranan pidato dalam menyampaikan ide atau informasi secara lisan pada kelompok massa merupakan aktivitas yang sangat penting,baik masa lalu maupun masa yang akandatang. Seorang yang sudah mahir berbicara di depan umum akan dengan mudahmenguasai massa dan menawarkan ide-idenya agar dapat diterima orang lain. Salahsatunya dengan menggunakan metode naskah.
            Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.

B.       Isi

a.      Metode Penyajian Oral
Terdapat 2 perbedaan dalam persiapan-persiapan yang diadakan pada waktu menyusun komposisi penyajian lisan. Pertama, dalam penyajian lisan perlu diperhatikan gerak-gerik, sikap, hubungan langsung dengan hadirin, sedangkan komposisi tertulis sama sekali tak diperhitungkan. Kedua, dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus didahulukan mana yang dapatdiabaikan. Sebab itu persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun sebuah uraian lisan, di samping memperhatikan hal-hal tersebut di atas, tergantung pula dari metode penyajiannya .Dikenal empat macam metode penyajianlisan, yaitu :

1.metode Impromptu (serta-merta)
Metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Tidak ada persiapan sama sekali, pembicara secara serta-merta berbicara berdasarkan pengetahuannya dan kemahirannya.

2.metode menghafal
Metode ini merupakan lawan dari metode pertama diatas. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan, tetapi ditulis secara lengkap kemudian dihafal kata demi kata. Cara ini juga akan menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.

3.metode naskah
Metode ini jarang dipakai, kecuali dalam pidato resmi atau pidato-pidato radio. Metode ini sifatnya masih agak kaku, sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar.

4.metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah)
Metode ini sangat dianjurkan karena merupakanjalan tengah. Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibilitas dan variasi dalam memilih diksinya. Sebaliknya metode ini terlalu bersifat sketsa, maka hasilnya sama dengan metode impromptu.b. Persiapan penyajian lisanSebelum berpidato sebaiknya kita menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengankelangsungan pidato yang akan kita sampaikan antara lain :

1.Naskah / Teks PidatoAgar pidato lebih terarah, kita dapat menyusun naskahnya terlebih dahulu. Ada beberapa peristiwa saat akan berpidato dan menulis teks pidato, yakni sabagai berikut :
a. Menentukan topik dan tujuan pidato
b. Menganalisis pendengar dan situasi
c. Mengumpulkan bahand. Membuat kerangka uraiane. Mengembangkan kerangka uraian

2.Bahasa yang Digunakan Dalam Menyampaikan Pidatoc. Menentukan maksud dan topikTopik pidato yang baik dapat ditentukan dengan cara mencari hal yang menarik untuk dibicarakan
ada 3 macam tujuan pidato, yaitu
a. pidato intruktif atau informaf adalah pidato yang bertujuan menyampaikan atau memberikan informasi kepada pendengar contoh dalam seminar
b. pidato persuasif adalah pidato yang bertujuan untuk mendorong, menyakinkn, mengajak, dan mempengaruhi pendengar contohnya (kampanye)
c. pidato rekreatif, pidato yang bertujuan untuk menimbulkan rasa genbira atau menghibur para pendengar contohnya pidato dalam acara pesta, reunian dsb.

3. mengumpulkan bahan bahan yang diperlukan biasanya daftar referensi buku, majalah , koran, atau daei televisi dan berita-berita hangat
4. menyusun kerangka naskah pidatosupaya pidato yang akan disusun tidak bertele-tele dan dapat menyampaikan materi secara teratur (tema-pembukaan isi penutup)
5. mengembangkan kerangka pidato

C.     Penutup
Untuk kali ini saya pernah mencoba membuat atau pun berpidato langsung. Yang harus dilakukan pertama-tama itu pastilah kita harus menentukan tema pidato yang ingin disampaikan. Contoh pidato yang saya buat yaitu tentang “penurunan minat para siswa-siswa jaman sekarang”.
Ada beberapa metode yang digunaka dalam menyampaikan pidato. Bagi pemula sebaiknya menggunakan metode naskah, karena jika kita lupa kata- kata apa yang akan kita sampaikan, kita masih bisa sedikit – sedikit melihat ke naskah pidato yang kita bawa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar